Senin, 27 September 2010

10 Hal Yang Dapat Menguras Kantong

Mendapat gaji adalah hal yang menyenangkan dan dinanti-nanti. Dengan turunnya gaji serta tunjangan kita bisa membeli barang dan jasa yang kita butuhkan. Namun apa jadinya kalau uang yang kita dapat mengalir dengan cepat begitu saja tanpa direncanakan tidak terkendali. Setelah uang menghilang, maka hanya sesal didapat.

Bagi anda yang memiliki masalah keuangan akibat terlalu mudah menghabiskan penghasilan yang diterima, maka ubahlah pola konsumsi anda saat ini. Identifikasi penyebab koborosan dan kemudian lakukan penghematan secara serius dan terencana.

Hal-Hal Yang Dapat Menguras Kantong Kita :

1. Suka Dengan Hal Yang Berbau Kredit (Hutang)
Jangan bangga dengan kartu kredit. Banggalah dengan kartu debit. Jangan mudah mengambil kredit atas barang-barang kreditan yang mungkin tidak mampu terbayar semua. Kreditlah hanya yang penting saja seperti rumah tempat tinggal dan kendaraan.

2. Selalu Ingin Tampil Trendy Dan GengsiRasa gengsian dan ingin pamer merupakan ladang bisnis bagi para pengusaha dalam menjebak konsumen. Konsumen ditawarkan berbagai jenis produk yang mereknya terkenal, harganya mahal dengan kualitas yang mantap. Dengan menghilangkan rasa gengsi dan tampil apa adanya tanpa menghiraukan harga dan merek maka pengeluaran dapat ditekan.

3. Senang Ingin Jadi Yang Pertama Dengan Yang TerbaruHati-hati dengan keinginan untuk selalu menjadi pemakai yang pertama, karena biasanya harga barang yang baru seperti handphone lebih mahal ketimbang harga setelah setahun atau lebih. Sebenarnya kita tidak perlu selalu gonta-ganti handphone selama masih bisa dipakai dan baik kondisinya.


4. Terlalu Fanatik Dengan Hobi Mahal
Bagi anda yang punya hobi mahal seperti koleksi benda-benda mahal, balap mobil, jalan-jalan ke luar negeri, wisata kuliner ke restoran mahal, memelihara binatang langka, sebaiknya mulai beralih ke hobi yang lebih murah seperti merajut, mengoleksi perangko bekas, memasak, membaca buku, dan lain sebagainya.

5. Belanja Buta Tidak Terkendali
Ketika belanja terkadang mata bisa kecantol etalase dan berbagai tulisan penawaran khusus, diskon, paket hemat, dan lain sebagainya yang akhirnya pulang membawa barang-barang yang tidak direncanakan untuk dibeli. Buatlah daftar belanja dan taati daftar tersebut serta wajib mengacuhkan berbagai bujuk rayu tawaran penjual.

6. Sering Lupa Dengan Kewajiban Pembayaran
Dengan melupakan kewajiban-kewajiban atas pembayaran tagihan seperti listrik, telepon, air pam, pajak, dan lain sebagainya maka kita akan dihadapkan pada sanksi denda terlambat bayar yang jumlahnya mungkin bisa signifikan jika lama tak terbayar. Sebaiknya catat tagihan-tagihan anda dan bayarlah sampai lunas semua agar tidak jatuh tempo dan tidak menjadi hutang tunggakan.

7. Hobi Belanja
Hobi belanja sudah jelas merupakan hobi yang butuh uang banyak. Atasi hobi tersebut dengan membatasi kunjungan anda ke pusat perbelanjaan sesuai kebutuhan dengan berbelanja barang sesuai dengan yang ada di daftar belanja tanpa boleh membeli apa pun.

8. Terlalu Baik Pada Orang Lain
Jangan terlalu sering mentraktir teman-teman jika tidak perlu. Jangan menghabiskan uang kita untuk pacar atau pasangan hidup kita saja. Buatlah budget anggaran khusus untuk berbagi dengan orang-orang di sekitar kita agar tidak mengganggu uang yang seharusnya digunakan untuk kepentingan lain.

9. Lupa Dengan Masa Depan
Bagaimana jika anda punya anak isteri, anggota keluarga ada yang sakit keras, memasuki masa-masa pensiun akibat lanjut usia, rumah kebakaran dan lain-lain. Persiapkan mulai dari sekarang masa depan anda yang mungkin lebih sulit dijalani dari saat ini. Bayangkan masa-masa sulit tersebut dan saya yakin anda akan menyisihkan dana untuk persiapan masa sulit.

10. Mudah Dipengaruhi Sales / Trik Strategi Pemasaran
Jangan mudah termakan iklan di media massa dan para sales penjualan karena produk itu belum tentu anda sangat butuhkan. Bisa jadi anda hanya tertarik saja pada sales yang cantik/tampan saja, diskon yang besar, paket-paket murah, hadiah bonus, dan lain sebagainya.

Sekian terima kasih atas perhatian anda semoga sukses.

Minggu, 09 November 2008

Kehidupan Sederhana Lima Milyarder Besar Dunia

APA yang akan Anda lakukan jika menjadi milyarder yang memiliki banyak uang? Meski pun memiliki kekayaan senilai milyaran dolar AS, sejumlah milyader berikut ini memilih tidak menghambur-hamburkan harta mereka untuk menjalani gaya hidup mewah.

Simak pelajaran yang dapat dipetik dari lima orang milyarder berikut ini, dalam membangun prinsip hidup hemat dan sederhana:

1. Warren Buffett
Warren Buffet

Jutaan orang telah membaca buku yang ditulis Warren Buffett dan mengikuti setiap pergerakan perusahaannya, Berkshire Hathaway. Akan tetapi, rahasia sebenarnya dari kekayaan pribadi Buffett barangkali berasal dari kebiasaan hidup hematnya.


Buffett, yang saat ini diperkirakan memiliki kekayaan senilai AS$ 47 milyar, menolak tinggal di rumah supermegah dan membeli barang-barang mewah. Dia masih tinggal di sebuah rumah sederhana di Omaha, Nebraska, yang dibelinya seharga AS$ 31.500 lebih dari 50 tahun silam. Meskipun dia telah bersantap di berbagai restoran terbaik di penjuru dunia, Buffett akan lebih memilih burger dan kentang goreng, ditemani segelas cherry coke.

Ketika ditanya mengapa dia tidak memiliki yacht pribadi, Buffett menjawab, "Kebanyakan mainan hanya bikin susah."

2. Carlos Slim Helu
Carlos Slim Helu

Sementara kebanyakan orang mengenal Bill Gates, nama Carlos Slim Helu mungkin terdengar asing di telinga. Milyarder asli Meksiko itu, belum lama ini dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia, mengalahkan Gates yang menjadi mitra pendiri Microsoft.

Slim memiliki kekayaan senilai lebih dari AS$ 53 milyar. Meski pun dirinya lebih dari mampu untuk menjalani gaya hidup supermewah, dia jarang melakukannya. Seperti Buffett, Slim juga tidak memiliki yacht atau pesawat pribadi, dan tinggal di rumah yang sama dengan yang telah ditempatinya selama lebih dari 40 tahun.

3. Ingvard Kampard
Ingvard Kampard

Pendiri perusahaan perabot Swedia, Ikea, ini mencapai sukses dengan usaha perabot yang dirakit sendiri dan dijual dengan harga terjangkau tersebut. Bagi Ingvar Kamprad, menemukan bagaimana cara menghemat uang bukan hanya dilakukan untuk para konsumennya, melainkan menjadi nilai hidup tertinggi.

"Orang-orang Ikea tidak mengendarai mobil mengilap atau menginap di hotel-hotel mewah," katanya suatu ketika.

Prinsip hidup itu juga berlaku untuknya. Dia menggunakan penerbangan termurah untuk perjalanan bisnis, dan memilih menumpang bis atau mengendarai Volvo 240 GL miliknya yang berusia 15 tahun untuk berkeliling kota.

4. Chuck Feeney
Chuck Feeney

Tumbuh besar di masa Depresi mungkin berpengaruh terhadap gaya hidup hemat Chuck Feeney. Dengan moto hidup "Aku harus bekerja keras, bukan menjadi kaya," mitra pendiri Duty Free Shoppers ini diam-diam telah menjadi milyarder, namun secara rahasia telah menyalurkan hampir seluruh kekayaannya melalui yayasan miliknya, Atlantic Philanthropies. Selain menyumbangkan lebih dari AS$ 600 juta kepada almamaternya, Cornell University, dia juga telah menyumbangkan milyaran untuk berbagai sekolah, penelitian, dan rumah sakit.

Feeney menolak menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak diperlukan, dan mengalahkan Buffett dan Kamprad dalam hal donasi. Ia menyumbangkan beberapa ribu dolar lebih sedikit dibandingkan yayasan Ford dan Bill & Melinda Gates.

Sebagai pengguna setia transportasi publik, Feeney terbang di kelas ekonomi, membeli baju dari toko retail, dan tidak menghambur-hamburkan uang untuk sepatu. "Kau hanya mengenakan sepasang sepatu setiap kali," cetusnya. Dia membesarkan anak-anaknya dengan cara yang sama, dan memastikan mereka mengambil pekerjaan musim panas serupa dengan remaja biasa lainnya.

5. Frederik Meijer
Frederik Meijer

Frederik Meijer adalah pemilik rangkaian toko grosir dengan kekayaan senilai lebih dari AS$5 milyar.

Seperti Buffett, dia membeli mobil mahal yang masuk akal dan mengendarainya hingga rusak. Seperti Kamprad, dia memilih tinggal di motel ketika melakukan perjalanan bisnis. Seperti sejumlah milyarder lain, Meijer juga menggunakan kekayaannya demi kesejahteraan masyarakat. (LI/OL-06)

Penulis : Yulia Permatasari(mediaindonesia.com)